← Belajar

Menyusun Portofolio Kripto Pertama

6 menit baca

Portofolio adalah kumpulan aset yang kamu miliki. Menyusun portofolio bukan soal mencari satu koin yang akan naik paling tinggi, tapi soal mengatur risiko supaya kamu bisa bertahan lama di pasar.

Urutan sebelum masuk kripto

  • Kebutuhan bulanan dan cicilan sudah aman.
  • Punya dana darurat, umumnya beberapa bulan pengeluaran, di tempat yang mudah dicairkan.
  • Tidak sedang berutang dengan bunga tinggi.
  • Baru setelah itu, sisihkan uang dingin, yaitu uang yang tidak kamu butuhkan dalam beberapa tahun ke depan.
⚠️ Siap kehilangan sebagian besar

Harga kripto pernah turun lebih dari 70% dari puncaknya dalam beberapa siklus. Masukkan hanya jumlah yang kalau turun separuh pun tidak membuatmu panik atau mengganggu hidupmu.

Konsep inti dan satelit

Banyak investor membagi portofolio menjadi dua bagian. Bagian inti diisi aset yang paling besar dan paling lama bertahan, misalnya Bitcoin dan Ethereum. Bagian satelit, porsinya jauh lebih kecil, diisi koin lain yang lebih berisiko tapi berpotensi tumbuh lebih cepat.

💡 Contoh ilustrasi, bukan saran

Seorang investor bisa memilih 70% inti dan 30% satelit, investor lain 90% dan 10%. Tidak ada angka yang benar untuk semua orang. Semakin kecil toleransimu terhadap risiko, semakin besar porsi inti dan semakin sedikit jumlah koin satelit.

Rebalancing

Seiring waktu, porsi portofolio bergeser karena harga bergerak berbeda-beda. Rebalancing berarti mengembalikan porsi ke rencana awal secara berkala, misalnya setiap 3 atau 6 bulan: menjual sedikit aset yang porsinya membengkak dan menambah yang porsinya mengecil. Cara ini memaksa kamu menjual saat mahal dan membeli saat murah secara disiplin.

✅ Hindari terlalu banyak koin

Memegang 20 koin kecil bukan diversifikasi, tapi kesulitan memantau. Untuk pemula, beberapa aset yang benar-benar kamu pahami jauh lebih baik.

Kerjakan kuis di Belajar →