Stablecoin adalah token kripto yang nilainya dipatok ke aset lain, paling sering dolar AS. Dua yang paling besar adalah USDT (Tether) dan USDC (Circle).
Kegunaannya
- Tempat parkir sementara: setelah menjual koin, dana bisa disimpan di stablecoin tanpa harus dicairkan ke Rupiah.
- Pasangan trading: banyak koin diperdagangkan terhadap USDT, misalnya BTC/USDT.
- Transfer cepat antar exchange atau antar negara, kapan saja.
- Gambaran minat pasar: arus stablecoin masuk ke exchange sering dianggap tanda ada dana siap membeli.
Bagaimana nilainya dijaga
USDT dan USDC mengklaim setiap token dijamin cadangan aset seperti uang tunai dan obligasi pemerintah AS. Penerbitnya menerbitkan laporan cadangan secara berkala. Ini berbeda dengan UST milik Terra yang hanya mengandalkan algoritma dan akhirnya runtuh pada 2022.
Risikonya
- Risiko penerbit: nilainya bergantung pada kepercayaan bahwa cadangan benar-benar ada dan cukup.
- Depeg: dalam kondisi panik, harga bisa sempat lepas dari $1. USDC sempat turun di bawah $0,90 pada Maret 2023 saat bank tempat sebagian cadangannya disimpan bermasalah, lalu pulih kembali.
- Risiko kurs: bagi orang Indonesia, nilai stablecoin dalam Rupiah tetap naik-turun mengikuti kurs dolar.
- Pembekuan: penerbit bisa membekukan token di alamat tertentu atas permintaan penegak hukum.
✅ Pantau kursnya
Kurs USD ke Rupiah terbaru bisa kamu lihat di CoinBreathe, jadi kamu tahu nilai stablecoin-mu dalam Rupiah.