Awal 2022, Terra adalah salah satu ekosistem kripto terbesar. Stablecoin-nya, UST, dirancang selalu bernilai $1, dan token LUNA sempat berada di atas $100. Dalam beberapa hari di bulan Mei 2022, keduanya runtuh. Nilai puluhan miliar dolar lenyap.
Bagaimana UST dijaga tetap $1
UST tidak dijamin uang tunai di bank. UST adalah stablecoin algoritmik: kalau harganya di bawah $1, orang bisa menukar 1 UST dengan LUNA senilai $1 sehingga UST dibakar dan pasokannya berkurang. Sistem ini bergantung pada satu hal: orang harus tetap percaya bahwa LUNA bernilai.
Bunga 19,5% yang terlalu manis
Protokol Anchor di ekosistem Terra menawarkan bunga sekitar 19,5% per tahun untuk menyimpan UST. Bunga setinggi itu menarik puluhan miliar dolar masuk, tapi juga membuat banyak orang memegang UST hanya demi bunga, bukan karena butuh.
Spiral kematian
- Penarikan UST dalam jumlah besar membuat harganya sedikit turun di bawah $1.
- Orang panik dan menukar UST ke LUNA, sehingga LUNA baru dicetak dalam jumlah sangat besar.
- Pasokan LUNA membengkak, harga LUNA anjlok, dan kepercayaan terhadap UST makin hilang.
- Makin banyak orang menukar, makin banyak LUNA dicetak. Siklus ini berulang sampai keduanya hampir tidak bernilai.
Efek domino
Keruntuhan Terra menjalar ke seluruh industri. Dalam beberapa minggu berikutnya, lembaga pinjaman kripto seperti Celsius menghentikan penarikan dana, dana investasi Three Arrows Capital dilikuidasi, dan Voyager mengajukan kebangkrutan. Pasar kripto masuk ke periode bearish yang panjang.
Imbal hasil yang terlalu tinggi dan stabil hampir selalu punya risiko tersembunyi. Tanyakan: dari mana bunga itu berasal? Kalau jawabannya tidak jelas, kemungkinan kamulah sumbernya.
Stablecoin seperti USDT dan USDC mengklaim dijamin aset cadangan seperti uang tunai dan obligasi pemerintah. Itu berbeda dengan UST yang hanya mengandalkan algoritma dan token LUNA. Meski begitu, stablecoin mana pun tetap punya risiko, jadi pahami cara kerjanya.